Hidran kebakaran adalah fasilitas pemadam kebakaran tetap. Fungsi utamanya adalah mengendalikan bahan mudah terbakar, mengisolasi oksidator, dan menghilangkan sumber api. Hidran kebakaran secara umum dibagi menjadi: hidran kebakaran dalam ruangan Dan hidran kebakaran luar ruanganUntuk masyarakat umum, hidran kebakaran dalam ruangan adalah jenis yang paling umum digunakan.
Hidran Kebakaran Dalam Ruangan
Hidran kebakaran dalam ruangan merupakan sistem pemadam kebakaran yang banyak digunakan di gedung-gedung dan berfungsi sebagai salah satu fasilitas utama untuk memadamkan kebakaran dalam ruangan. Komponen-komponen di dalam kabinet hidran kebakaran dalam ruangan meliputi:
Selang kebakaran,Nosel api,Katup hidran,Tombol alarm hidran kebakaran
Beberapa lemari hidran kebakaran juga dapat dilengkapi dengan gulungan selang pemadam kebakaran (selang air pemadam kebakaran portabel) dan alat pemadam kebakaran.
Hidran kebakaran dalam ruangan sebaiknya dipasang di ruang publik bersama seperti koridor atau lorong. Hidran ini biasanya terpasang di dinding ruang-ruang tersebut. Apa pun dekorasi yang diterapkan di sekitarnya, hidran harus memiliki label yang jelas (bertanda "Hidran Kebakaran") dan tidak boleh ada penghalang di depannya—hal ini mencegah gangguan saat membuka pintu kabinet hidran.
Bagaimana cara menggunakannya dengan benar? Panduan langkah demi langkah berikut (dengan referensi visual) akan membantu Anda menguasai pengoperasian hidran kebakaran dalam ruangan.
Langkah 1
Satu orang menekan sakelar untuk membuka pintu lemari hidran, lalu mengeluarkan selang pemadam kebakaran dan nosel pemadam kebakaran.
Langkah 2
Buka lipatan selang pemadam kebakaran sepenuhnya. Letakkan satu konektor selang di tanah, sambungkan konektor lainnya ke nosel pemadam kebakaran, lalu bergerak menuju lokasi kebakaran.
Langkah 3
Orang lain menghubungkan ujung selang pemadam kebakaran yang bebas ke saluran keluar air hidran, dan membantu melebarkan dan meluruskan selang sepenuhnya.
Langkah 4
Orang di lokasi kebakaran berdiri pada posisi yang efektif melawan arah angin atau pada arah miring melawan arah angin relatif terhadap api. Pegang nosel pemadam kebakaran dengan satu tangan dan pegang sambungan antara nosel dan selang dengan tangan lainnya. Tekuk kaki depan dan luruskan kaki belakang agar berada dalam posisi menyemprot air yang stabil.
Langkah 5
Setelah memastikan selang terpasang dengan benar, petugas lainnya segera kembali ke hidran kebakaran. Tekan tombol start pompa air, lalu putar katup outlet air berlawanan arah jarum jam hingga terbuka penuh.
Langkah 6
Setelah air mengalir keluar, orang yang memegang nosel memegangnya erat-erat. Arahkan semburan air ke dasar api, semprotkan dengan gerakan mengayun ke kiri dan ke kanan, lalu gerakkan perlahan ke depan dari dekat ke jauh untuk memadamkan api sepenuhnya.